Share |

  • August, 19, 2011 - 9 months ago

    Organisasi anda harus “agile”

    Author
    jpartogi

    Ya benar, organisasi anda harus agile. Perhatikan di kata agile saya menggunakan huruf ‘a’ dan bukan ‘A’. Di dekade sekarang ini, agile bukanlah merupakan sebuah opsi namun keharusan. Apapun bisnis anda, baik itu perbankan, asuransi, telekomunikasi maupun software organisasi anda harus agile. Titik. Pasarlah yang mengharuskan anda untuk agile walaupun anda menolak atau enggan untuk menjadi agile. Pasarlah yang akan menghukum anda apabila anda tidak agile. Organisasi anda harus agile karena persaingan di dekade ini sudah tidak dapat dipungkiri semakin ketat bahkan dapat dikatakan lebih ketat dibandingkan 10 tahun yang lalu. Perubahan juga berlangsung sangat cepat sekali. Apa yang trend di hari ini belum tentu tetap diinginkan oleh pasar di bulan depan.

    Organisasi yang lambat akan terlindas oleh roda persaingan. Organisasi yang sustain adalah organisasi yang menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi tetap seperti dahulu kala. Perusahaan-perusahaan yang sukses di pasar adalah perusahaan yang dapat menjawab tantangan ini dan dapat memberikan apa yang diinginkan oleh pasar. Pasar sekarang ini sudah memiliki pilihan yang banyak dan sudah lebih selektif dalam memilih sehingga apabila kita tidak bisa memberi apa yang pasar inginkan produk kita bisa gagal di pasaran. Dan kita bisa lihat beberapa perusahaan yang jatuh karena mereka tidak bisa menjawab tantangan ini dan tidak bisa memberikan atau terlambat dalam memberikan apa yang pasar inginkan.

    Lalu bagaimana caranya agar kita menjawab tantangan ini? Kembali lagi ke judul mula-mula, organisasi harus agile. Ketika berbicara tentang agile disini bukanlah metodologinya sendiri, namun berbicara mengenai keluwesan organisasi dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat dibandingkan 10 tahun yang lalu. Agile bukan hanya berbicara kecepatan saja, namun juga keluwesan. Bila kita bisa memetaforakan agile, maka binatang yang dapat menggambarkan agile adalah monyet. Cara monyet dapat bergelantungan dan berayun dari satu pohon ke pohon lainnya bukan saja cepat namun juga luwes. Organisasi pun harus cepat dan luwes dalam melakukan proses bisnisnya.

    Ok sekarang bagaimana caranya kita bisa menjadi agile atau luwes? Yang jelas metode gendut yang mengharuskan semua requirement didefinisikan di depan dan tidak boleh dirubah sepanjang proyek sudah tidak relevan lagi terutama apabila anda sedang mengembangkan produk piranti lunak. Katakan selamat tinggal pada perencanaan gendut di depan proyek. Bisnis harus mendapatkan keluwesan untuk dapat merubah requirement dan membuat keputusan secara cepat untuk tetap bisa menjadi relevan di pasar. Organisasi harus dapat merilis produknya secara dini dan sering (release early and often) agar organisasi tersebut tidak kalah oleh roda persaingan.

    Salesforce.com menyadari hal ini. Untuk dapat relevan di pasar maka mereka harus luwes terhadap kebutuhan pasar. Salesforce.com merubah satu perusahaan untuk transisi ke proses Scrum dalam jangka waktu satu malam. Dalam satu malam Salesforce.com langsung memiliki 35 tim Scrum. Kenapa Salesforce.com bisa melakukan ini? Apakah karena mereka perusahaan yang memiliki banyak uang atau karena mereka terletak di Amerika Serikat? Tidak. Karena mereka menyadari bahwa cara yang lama membuat mereka tidak bisa bersaing di pasar. Mereka menyadari bahwa cara lama membuat produk mereka menjadi terlambat untuk sampai di tangan pasar. Parker Harris, Executive Vice President of Technology dari Salesforce.com menyadari Scrum menyediakan kerangka kerja untuk mereka dapat menjadi agile. Salesforce.com saat ini adalah salah satu perusahaan software yang membuat CRM yang disegani di pasar dan ada di bursa efek NASDAQ.

    Bisnis anda harus agile terlepas metodologi yang digunakan adalah Agile atau bukan. Metodologi Agile menyediakan sarana/kerangka agar bisnis anda dapat agile. Scrum adalah salah satu dari sekian banyak metodologi Agile yang dapat memfasilitasi agar organisasi anda dapat agile. Sekarang ini Agile maupun Scrum bukan hanya sekedar metodologi saja namun sudah menjadi pola pikir yang mendarah-daging di dalam organisasi.

    Di bulan Agustus tahun 2011 ini Agile manifesto telah genap berumur 10 tahun. Walaupun sudah banyak perusahaan di Indonesia yang menyadari bahwa cara lama tidak bisa membuat mereka bersaing di dekade ini dan menggunakan Scrum namun Agile masih belum mendapat banyak perhatian di Indonesia sebagaimana di luar sana. Di tahun 2011 ini kiranya dapat menjadi awal dimana semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memberi perhatian pada Agile dan menyadari bahwasanya mereka harus agile untuk dapat sustain di pasar.

    Top