-
Top
December, 10, 2011 - 5 months ago
Memilih calon anggota tim Scrum/Agile
Dengan semakin maraknya perusahaan yang menggunakan Scrum di organisasinya, pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para manager organisasi kepada kami adalah: keahlian apa saja yang harus dimiliki oleh calon anggota tim Scrum? Mengingat cara kerja dan pola pikir dalam tim Scrum yang sangat berbeda dengan cara tradisional, kriteria pemilihan anggota tim Scrum juga sangat berbeda dengan yang lama. Selain keahlian teknis yang dibutuhkan oleh proyek, calon anggota tim Scrum setidaknya harus memiliki kualitas sebagai berikut:
- Inisiatif yang tinggi Karena dalam Scrum pekerjaan tidak di-assign lagi kepada anggota tim melainkan anggota tim yang mengambil pekerjaan, sangatlah penting calon anggota tim Scrum memiliki inisiatif yang tinggi. Hal ini bisa kita lihat hal-hal apa yang ia lakukan atau pelajari selama kuliah yang tidak diperintahkan ataupun diajari oleh dosen, ataupun hal-hal apa dalam dunia kerja yang ia lakukan namun tidak diperintah oleh bos atau manajernya.
- Team player Anggota tim Scrum haruslah seorang team player. Apabila ada anggota tim yang tidak ingin membantu pekerjaan anggota tim lainnya demi kemenangan tim pada saat ia dibutuhkan bukanlah seorang team player. Misal: apabila ada calon System Analyst atau Business Analyst yang bisa programming namun tidak mau melakukan pekerjaan pemrograman hanya karena sekarang dia adalah seorang System Analyst padahal anggota tim lainnya sedang kelebihan beban dengan pekerjaan pemrograman bukanlah seorang team player dalam tim Scrum. Hal seperti ini bisa ditanyakan pada saat wawancara, mis: Apakah kandidat mau melakukan pekerjaan “X” kalau misalnya perannya yang sekarang tidak berhubungan dengan pekerjaan “X”
- Komunikatif Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam tim Scrum karena Scrum mengutamakan komunikasi dengan high-bandwidth. Sehebat apapun keahlian teknis yang dimiliki oleh kandidat namun apabila ia lebih suka bekerja sendiri ataupun tidak memiliki communication skills yang baik dapat menjadi hambatan untuk tim bisa selalu deliver di akhir Sprint. Selain inisiatif dalam mengambil pekerjaan, anggota tim Scrum juga harus inisiatif mengemukakan masalah yang ia temukan di sepanjang proyek karena anggota tim Scrum terlatih untuk jujur dan terbuka.
- Problem solver Karena anggota tim Scrum selalu diharapkan untuk dapat deliver dalam jangka waktu yang singkat maka anggota tim Scrum adalah problem solver yang memiliki analytical thinking yang tinggi dan dapat memberi jawaban dengan cepat. Pada saat wawancara kita dapat menanyakan pertanyaan dengan template: “Apa yang akan anda lakukan apabila … ?” dan kita dapat melihat seberapa cepat kandidat memberikan jawaban dan kualitas dari jawaban yang ia berikan.
- Tidak pernah puas dan selalu mau belajar Tim Scrum yang dewasa tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka peroleh hingga saat ini. Tim Scrum selalu belajar mencari cara bagaimana mereka dapat selalu improve dari sprint ke sprint. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih calon anggota tim yang memiliki spirit dan visi yang sama dengan organisasi anda dan anggota tim lainnya. Hal ini bisa kita lihat teknologi atau pengetahuan apa yang terakhir kali ia pelajari dalam satu bulan terakhir, buku apa yang terakhir kali ia baca, dsb.
- Disiplin tingkat tinggi Berdasarkan masukan bapak Aqomy dan Doddi Priyambodo di milis Scrum Indonesia, disiplin merupakan kunci penting yang harus dimiliki oleh anggota tim Scrum karena kalau mereka tidak disiplin maka dampaknya bisa berimbas ke anggota tim yang lain. Hal mengenai kebiasaan bangun pagi jam berapa, tanggapannya mengenai lembur bagaimana, dan apabila harus lembur apakah akan tetap masuk pagi, mana yg lebih penting proses atau hasil, rutinitas yang biasa dilakukan (hobby yg rutin dilakukan) merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditanyakan berkaitan dengan disiplin kandidat. Selain disiplin si kandidat pada saat wawancara juga dapat ditanyakan bagaimana caranya si pelamar dan juga tim yang diikuti yang bersangkutan bisa turut disiplin.
Memilih calon anggota tim Scrum yang tepat sangatlah penting demi kesuksesan tim secara kolektif. Banyak organisasi yang lebih memilih untuk investasi sedikit lebih lama di waktu demi mendapatkan calon anggota tim yang tepat daripada memilih dengan tergesa-gesa ataupun hanya memilih berdasarkan skill teknisnya saja dan menyesal kemudian. Apabila memungkinkan, beri kesempatan kepada anggota tim lainnya yang akan bekerja bersama kandidat ini untuk mewawancara dia guna memastikan anggota tim lainnya nyaman untuk bisa bekerja bersama dengan kandidat. Kalau perlu dan bila memungkinkan bawa kandidat tersebut untuk tur singkat ke kantor agar ia dapat merasakan atmosfir kerja di dalam tim Scrum yang mana ia akan bergabung ataupun bawa dia ke seremoni-seremoni tim Scrum seperti Daily Standup Meeting, Sprint Retrospective, dsb.
