-
Top
January, 01, 2012 - 1 month ago
Selamat Tahun Baru 2012
Selamat tahun baru 2012 untuk semua pembaca blog dan klien ScrumWay. Kiranya kita secara pribadi, tim dan organisasi tempat kita berada dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kami sangat bersyukur kepada para partner dan klien kami karena di tahun ini kami telah diberikan kesempatan untuk membantu banyak organisasi di Indonesia untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan proses yang sangat sederhana yang dinamakan Scrum. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas semua kerjasama yang telah kita jalin di tahun ini, kiranya di tahun mendatang hubungan kita semua menjadi semakin erat.
Sukses juga untuk para Scrum Master di Indonesia yang telah dan akan memecahkan permasalahan kompleks dalam tim dan organisasinya. Semoga semakin diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa di tahun mendatang untuk menjadi pemimpin yang melayani. Sukses untuk kita semua.
-
Top
-
Top
-
Top
-
Top
December, 16, 2011 - 2 months ago
Scrum tidak akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam organisasi anda. Scrum akan memberi-tahu permasalahan-permasalahan dalam organisasi anda. Hanya niat dan komitmen dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut lah yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang telah diberi-tahu oleh Scrum.
-
Top
December, 15, 2011 - 2 months ago
Resolusi awal tahun: apakah organisasi saya sudah Agile?
Menjelang awal tahun setiap organisasi berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik daripada tahun-tahun yang sudah lewat. Sesuai dengan postingan kami yang sebelumnya bahwasanya organisasi anda harus agile, menjelang awal tahun depan, banyak organisasi yang juga menjadikan Agile sebagai target yang harus dicapai oleh organisasinya. Untuk melihat apakah organisasi anda sudah Agile atau belum marilah kita lihat checklist-nya sebagai bahan referensi menjelang awal tahun berdasarkan nilai-nilai dari XP.
- Komunikasi Komunikasi bersifat dua arah yakni: berbicara dan mendengarkan. Sebagai anggota tim, manajer ataupun pimpinan dari organisasi: apakah anda hanya berbicara tanpa mendengarkan atau selalu yang terlebih dahulu berbicara atau ada keseimbangan mengenai kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan?
- Simplicity Kesederhanaan berbicara mengenai melakukan sesuatu cukup pada porsinya: tidak kurang dan tidak lebih. Apakah arsitektur ataupun platform teknologi yang sudah anda gunakan sudah sangat sederhana? Karena kesederhanaan itu identik dengan menawan.
- Feedback Feedback memiliki tiga axis, yakni memberi feedback, menerima feedback dan melakukan sebuah tindakan sebagai bentuk dari penerimaan feedback. Apakah organisasi anda sudah melakukan ketiga-tiganya? Atau cuma sebagian saja? Apakah individu dalam organisasi diberikan kesempatan untuk memberi feedback? Apakah feedback dari individu ini didengarkan dan ditindak-lanjuti? Atau cuma dibiarkan terbang ke awan?
- Keberanian Keberanian berbicara mengenai pengambilan resiko demi kebaikan bersama untuk jangka waktu yang panjang walaupun mungkin kenyataan akan menyakitkan. Apakah orang-orang di organisasi anda sudah berani menyuarakan sebuah kenyataan seberapa menyakitkan pun itu? Ataukah mereka masih takut ataupun tertekan karena mereka merasa mereka cuma seorang bawahan dalam organisasi yang tidak bisa menyuarakan ide dan aspirasinya untuk kebaikan dan kemajuan organisasi?
- Respect Respect berbicara tentang saling menghargai orang lain karena siapapun dia karena setiap orang dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk kemajuan organisasi. Respect juga berbicara tentang menghargai latar belakang setiap orang yang berbeda-beda di dalam organisasi tersebut.
- Trust Trust berbicara mengenai bagaimana memberikan setiap orang dalam organisasi sebuah kesempatan untuk melakukan hal yang benar dan melakukannya dengan benar. Apakah anda sudah memberikan trust kepada orang-orang di dalam organisasi anda? Apakah anda sudah meng-empower orang-orang di organisasi anda supaya mereka bisa menjadi orang-orang yang dapat dipercaya? Ataukah anda masih mengendalikan orang-orang di dalam organisasi anda karena anda masih merasa takut dan tidak percaya akan orang-orang dalam organisasi anda?
- Transparansi Transparansi berbicara mengenai berbagi informasi sebanyak mungkin yang diperlukan oleh setiap orang di dalam organisasi untuk dapat membuat beberapa opsi untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Apakah organisasi anda sudah transparan? Apakah informasi-informasi penting mengenai organisasi sudah diketahui semua pihak? Ataukah informasi yang dapat membawa organisasi menjadi lebih maju ini hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja?
Demikian kiranya nilai-nilai yang harus dimiliki oleh organisasi yang ingin menjadi Agile. Membuat organisasi anda agar menjadi Agile memang tidak mudah bahkan terkadang menyakitkan, namun testimoni dari beberapa klien kami yang telah menggunakan Scrum secara penuh mereka mengatakan bahwa semuanya benar-benar pengalaman berharga. Kiranya organisasi anda dapat menjadi organisasi yang Agile di tahun-tahun yang mendatang agar dapat menjadi lebih baik dan kompetitif di pasaran. Sukses untuk kita semua di tahun-tahun mendatang.
-
Top
December, 10, 2011 - 2 months ago
Memilih calon anggota tim Scrum/Agile
Dengan semakin maraknya perusahaan yang menggunakan Scrum di organisasinya, pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para manager organisasi kepada kami adalah: keahlian apa saja yang harus dimiliki oleh calon anggota tim Scrum? Mengingat cara kerja dan pola pikir dalam tim Scrum yang sangat berbeda dengan cara tradisional, kriteria pemilihan anggota tim Scrum juga sangat berbeda dengan yang lama. Selain keahlian teknis yang dibutuhkan oleh proyek, calon anggota tim Scrum setidaknya harus memiliki kualitas sebagai berikut:
- Inisiatif yang tinggi Karena dalam Scrum pekerjaan tidak di-assign lagi kepada anggota tim melainkan anggota tim yang mengambil pekerjaan, sangatlah penting calon anggota tim Scrum memiliki inisiatif yang tinggi. Hal ini bisa kita lihat hal-hal apa yang ia lakukan atau pelajari selama kuliah yang tidak diperintahkan ataupun diajari oleh dosen, ataupun hal-hal apa dalam dunia kerja yang ia lakukan namun tidak diperintah oleh bos atau manajernya.
- Team player Anggota tim Scrum haruslah seorang team player. Apabila ada anggota tim yang tidak ingin membantu pekerjaan anggota tim lainnya demi kemenangan tim pada saat ia dibutuhkan bukanlah seorang team player. Misal: apabila ada calon System Analyst atau Business Analyst yang bisa programming namun tidak mau melakukan pekerjaan pemrograman hanya karena sekarang dia adalah seorang System Analyst padahal anggota tim lainnya sedang kelebihan beban dengan pekerjaan pemrograman bukanlah seorang team player dalam tim Scrum. Hal seperti ini bisa ditanyakan pada saat wawancara, mis: Apakah kandidat mau melakukan pekerjaan “X” kalau misalnya perannya yang sekarang tidak berhubungan dengan pekerjaan “X”
- Komunikatif Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam tim Scrum karena Scrum mengutamakan komunikasi dengan high-bandwidth. Sehebat apapun keahlian teknis yang dimiliki oleh kandidat namun apabila ia lebih suka bekerja sendiri ataupun tidak memiliki communication skills yang baik dapat menjadi hambatan untuk tim bisa selalu deliver di akhir Sprint. Selain inisiatif dalam mengambil pekerjaan, anggota tim Scrum juga harus inisiatif mengemukakan masalah yang ia temukan di sepanjang proyek karena anggota tim Scrum terlatih untuk jujur dan terbuka.
- Problem solver Karena anggota tim Scrum selalu diharapkan untuk dapat deliver dalam jangka waktu yang singkat maka anggota tim Scrum adalah problem solver yang memiliki analytical thinking yang tinggi dan dapat memberi jawaban dengan cepat. Pada saat wawancara kita dapat menanyakan pertanyaan dengan template: “Apa yang akan anda lakukan apabila … ?” dan kita dapat melihat seberapa cepat kandidat memberikan jawaban dan kualitas dari jawaban yang ia berikan.
- Tidak pernah puas dan selalu mau belajar Tim Scrum yang dewasa tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka peroleh hingga saat ini. Tim Scrum selalu belajar mencari cara bagaimana mereka dapat selalu improve dari sprint ke sprint. Oleh karena itu sangat penting untuk memilih calon anggota tim yang memiliki spirit dan visi yang sama dengan organisasi anda dan anggota tim lainnya. Hal ini bisa kita lihat teknologi atau pengetahuan apa yang terakhir kali ia pelajari dalam satu bulan terakhir, buku apa yang terakhir kali ia baca, dsb.
- Disiplin tingkat tinggi Berdasarkan masukan bapak Aqomy dan Doddi Priyambodo di milis Scrum Indonesia, disiplin merupakan kunci penting yang harus dimiliki oleh anggota tim Scrum karena kalau mereka tidak disiplin maka dampaknya bisa berimbas ke anggota tim yang lain. Hal mengenai kebiasaan bangun pagi jam berapa, tanggapannya mengenai lembur bagaimana, dan apabila harus lembur apakah akan tetap masuk pagi, mana yg lebih penting proses atau hasil, rutinitas yang biasa dilakukan (hobby yg rutin dilakukan) merupakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditanyakan berkaitan dengan disiplin kandidat. Selain disiplin si kandidat pada saat wawancara juga dapat ditanyakan bagaimana caranya si pelamar dan juga tim yang diikuti yang bersangkutan bisa turut disiplin.
Memilih calon anggota tim Scrum yang tepat sangatlah penting demi kesuksesan tim secara kolektif. Banyak organisasi yang lebih memilih untuk investasi sedikit lebih lama di waktu demi mendapatkan calon anggota tim yang tepat daripada memilih dengan tergesa-gesa ataupun hanya memilih berdasarkan skill teknisnya saja dan menyesal kemudian. Apabila memungkinkan, beri kesempatan kepada anggota tim lainnya yang akan bekerja bersama kandidat ini untuk mewawancara dia guna memastikan anggota tim lainnya nyaman untuk bisa bekerja bersama dengan kandidat. Kalau perlu dan bila memungkinkan bawa kandidat tersebut untuk tur singkat ke kantor agar ia dapat merasakan atmosfir kerja di dalam tim Scrum yang mana ia akan bergabung ataupun bawa dia ke seremoni-seremoni tim Scrum seperti Daily Standup Meeting, Sprint Retrospective, dsb.
-
Top
November, 28, 2011 - 2 months ago
Penggunaan tools/software Scrum
Di Scrum Meetup tanggal 25 November kemarin para pengguna Scrum di Jakarta ada membahas mengenai penggunaan tools/software Scrum karena selama ini dalam Scrum ataupun Agile penggunaan tools/software Scrum disarankan sebagai hal terakhir yang organisasi harus lakukan. Dan biasanya para konsultan atau pengajar Scrum akan menyarankan untuk menggunakan Scrum/Kanban board terlebih dahulu sebelum menggunakan tools/software Scrum. Kenapa demikian?
- Top
-
Top
November, 15, 2011 - 3 months ago
Seminar “Scrum Way, The Way” di UK Maranatha Bandung
Sebagai salah satu institusi pendidikan di Indonesia yang telah melakukan kajian dan penelitian mengenai Scrum dan Agile, maka Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha akan melakukan penandatanganan MOU dengan ScrumWay pada hari Jumat, 2 Desember 2011, pukul 15.00 WIB, bertempat di Ruang Teater Gedung Administrasi Pusat Lantai 8 UK.Maranatha. Acara ini akan dilanjutkan dengan Seminar Scrum berjudul “Scrum Way, The Way” yang akan menghadirkan Joshua Partogi - Principal Consultant dari ScrumWay sebagai pembicara.
ScrumWay adalah konsultan yang telah membantu banyak organisasi di Indonesia. Dengan Scrum, ScrumWay telah mengubah cara organisasi bekerja, berpikir, mengembangkan produk dan mengidentifikasikan serta meresolusikan masalah guna mencapai tujuannya. Scrum adalah sebuah kerangka kerja sederhana yang mengharapkan setiap anggota tim untuk berkolaborasi dan berpikir kreatif dalam mengembangkan sebuah produk kompleks secara bertahap dengan jangka waktu 2-4 minggu sekali agar organisasi dapat menghadapi perubahan dan meminimalisir resiko. Organisasi akan bisa mendapatkan feedback yang lebih cepat dari customer dan memaksimalkan Return on Investment (ROI) dari produk yang mereka kembangkan. Bonus lainnya yang didapatkan ketika menggunakan Scrum adalah tim yang kompak dan kreatif dalam memecahkan masalah. “Kerjasama dengan Program Studi Sistem Informasi UK Maranatha merupakan perwujudan komitmen kami dalam memajukan bidang pendidikan. Dengan ini, kami juga menyatakan diri untuk siap melayani berbagai organisasi di Bandung dan sekitarnya yang ingin mencapai tujuannya dengan cara yang kreatif”, demikian disampaikan Joshua Partogi, Principal Consultant ScrumWay sekaligus founder komunitas Scrum Indonesia.
Topik Scrum sudah menjadi bahan kajian dan penelitian mahasiswa dan dosen di Prodi Sistem Informasi. “Kami berharap, dengan kerjasama ini topik Scrum dapat segera diakomodir dalam kurikulum yang ada sehingga menjadi salah satu kemampuan standar bagi lulusan Sistem Informasi”, tambah Niko Ibrahim, S.Kom,. Minfotech., Ketua Jurusan S1 Sistem Informasi UK.Maranatha.
_________________________________________________
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Niko Ibrahim
Ketua Jurusan Sistem Informasi
UK Maranatha
niko.ibrahim@eng.maranatha.edu
022-70753665/0817215737
Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs: http://si.itmaranatha.org/index.php/seminar-scrum

