Share |

  • May, 30, 2012 - 2 days ago

    Author
    jpartogi

    Tim yang sangat berkomitmen tanpa tekanan dari pihak atasan.

    Tim yang sangat berkomitmen tanpa tekanan dari pihak atasan.

    Top
  • May, 07, 2012 - 3 weeks ago

    Yang salah bukan Scrum-nya

    Author
    jpartogi

    Komunitas Scrum Indonesia baru-baru saja mengadakan meetup di Bandung dan Jakarta pada waktu yang sangat berdekatan. Di kedua meetup ini kami membahas alasan-alasan yang menyebabkan organisasi tidak dapat menerapkan Scrum. Di blog entry sebelumnya kami dengan berani mengatakan kalau Scrum tidak memiliki kekurangan. Kali ini kami mencoba membawakannya ke forum yang lebih terbuka dan brainstorming dengan pihak-pihak yang belum dapat menggunakan Scrum di organisasinya. Dari exercise ini kami ingin menggali apakah penyebabnya benar-benar karena kelemahan Scrum itu sendiri atau karena ada faktor lain?

    Dari exercise ini kami mendapatkan dua jenis jawaban yang keduanya sama sekali bukan karena Scrum-nya. Jawaban jenis pertama yang kami sebut kurangnya pemahaman tentang Scrum yang sebagian besar sudah kami bahas di blog entry Scrum tidak memiliki kerugian. Jawaban jenis kedua adalah jawaban-jawaban yang cukup menarik dan lebih banyak dibahas di meetup Bandung yang antara lain adalah:

    1. Kurangnya komitmen, baik dari Pemilik Produk, Manajemen dan Tim Pengembang.
    2. Tidak adanya rasa percaya (trust) dari pihak Manajemen terhadap Tim.
    3. Sulitnya mencari anggota tim yang dewasa, berkeahlian dan kreatif.
    4. Politik dan birokrasi di pihak manajemen maupun sesama vendor.

    Jawaban-jawaban ini kami sebut sebagai jenis “people problem”. Alasan ini tentunya dilatar-belakangi karena adanya resistensi dari berbagai pihak. Berbagai pihak akan resistance ketika Scrum mulai diimplementasikan ke sebuah organisasi. Kenapa ada pihak yang resistance? Karena dibandingkan dengan cara yang lama, Scrum akan membuat berbagai pihak menjadi tidak nyaman. Jenis jawaban yang pertama sebenarnya dapat juga dikategorikan sebagai people problem namun cenderung lebih mudah untuk dicari jalan keluarnya selama orang-orang tersebut mau berpikiran terbuka dan mau belajar sesuatu yang baru. Oleh karena itu sengaja kami pisahkan ke sebuah kategori tersendiri. Jadi setiap kali anda mau menerapkan Scrum lalu anda menemukan masalah dan anda berpikir yang salah adalah Scrum-nya, hampir dapat dipastikan anda salah. Masalah utamanya bukan Scrum, tetapi orang-orang yang ada disekitarnya. It’s always people problem.

    Top
  • April, 06, 2012 - 1 month ago

    Scrum dan Agile di Indonesia - Bagian 1

    Author
    jpartogi

    Kami mencoba menuliskan perkembangan Scrum dan Agile di Indonesia berdasarkan pengamatan kami sejauh ini. Tentunya tulisan ini belum sepenuhnya mencakup perkembangan Scrum dan Agile di Indonesia karena pastinya ada juga pihak lain yang turut mengembangkan Scrum dan Agile di Indonesia selain kami sehingga tulisan ini tidak sepenuhnya dapat digunakan sebagai acuan.

    Read More

    Top
  • March, 19, 2012 - 2 months ago

    Scrum tidak memiliki kerugian

    Author
    jpartogi

    Pertanyaan yang berulang kali ditanyakan oleh seseorang yang ingin mempelajari Scrum adalah: “Kerugian dan keuntungannya menggunakan Scrum apa sih?” Untuk pertanyaan ini kami selalu menjawab: “Menggunakan Scrum tidak akan menyebabkan kerugian justru kebalikannya akan menyebabkan keuntungan karena memang Scrum dirancang setelah mempelajari kekurangan metode-metode lain”. Catatan: melakukan semua kegiatan dalam Scrum tidak akan mengakibatkan keadaan yang akan merugikan anda justru sebaliknya Scrum akan membuka kelemahan dari proses yang sedang anda jalani hingga saat ini. Namun walaupun demikian tetap saja ada yang tidak setuju dan mengatakan saya menganut “cult” Scrum apabila saya mengatakan kalau Scrum tidak memiliki kerugian. 

    Read More

    Top
  • January, 01, 2012 - 5 months ago

    Selamat Tahun Baru 2012

    Author
    jpartogi

    Selamat tahun baru 2012 untuk semua pembaca blog dan klien ScrumWay. Kiranya kita secara pribadi, tim dan organisasi tempat kita berada dapat menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kami sangat bersyukur kepada para partner dan klien kami karena di tahun ini kami telah diberikan kesempatan untuk membantu banyak organisasi di Indonesia untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan proses yang sangat sederhana yang dinamakan Scrum. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas semua kerjasama yang telah kita jalin di tahun ini, kiranya di tahun mendatang hubungan kita semua menjadi semakin erat. 

    Sukses juga untuk para Scrum Master di Indonesia yang telah dan akan memecahkan permasalahan kompleks dalam tim dan organisasinya. Semoga semakin diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa di tahun mendatang untuk menjadi pemimpin yang melayani. Sukses untuk kita semua.

    Top
  • December, 25, 2011 - 5 months ago

    Author
    jpartogi

    ScrumWay mengucapkan Selamat Hari Natal kepada segenap pembaca blog dan klien ScrumWay yang merayakannya. Semoga damai sejahtera Allah senantiasa ada di bumi.

    Top
  • December, 21, 2011 - 5 months ago

    Author
    jpartogi

    Many organization spend heavily on systems and standarization of process when that same amount of money can be spent on their people. People over process.

    Top
  • December, 19, 2011 - 5 months ago

    Author
    jpartogi

    Agar Scrum dapat berjalan dengan maksimal, orang-orang di dalam organisasi seharusnya membawa jati dirinya yang sebenarnya seutuhnya ke kantor. Scrum Master harus bisa menciptakan lingkungan dimana orang-orang bisa menjadi dirinya sendiri seutuhnya di kantor.

    Top
  • December, 16, 2011 - 5 months ago

    Author
    jpartogi

    Scrum tidak akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam organisasi anda. Scrum akan memberi-tahu permasalahan-permasalahan dalam organisasi anda. Hanya niat dan komitmen dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut lah yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang telah diberi-tahu oleh Scrum.

    Top
  • December, 15, 2011 - 5 months ago

    Resolusi awal tahun: apakah organisasi saya sudah Agile?

    Author
    jpartogi

    Menjelang awal tahun setiap organisasi berlomba-lomba untuk menjadi lebih baik daripada tahun-tahun yang sudah lewat. Sesuai dengan postingan kami yang sebelumnya bahwasanya organisasi anda harus agile, menjelang awal tahun depan, banyak organisasi yang juga menjadikan Agile sebagai target yang harus dicapai oleh organisasinya. Untuk melihat apakah organisasi anda sudah Agile atau belum marilah kita lihat checklist-nya sebagai bahan referensi menjelang awal tahun berdasarkan nilai-nilai dari XP.

    1. Komunikasi
    2. Komunikasi bersifat dua arah yakni: berbicara dan mendengarkan. Sebagai anggota tim, manajer ataupun pimpinan dari organisasi: apakah anda hanya berbicara tanpa mendengarkan atau selalu yang terlebih dahulu berbicara atau ada keseimbangan mengenai kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan?
    3. Simplicity
    4. Kesederhanaan berbicara mengenai melakukan sesuatu cukup pada porsinya: tidak kurang dan tidak lebih. Apakah arsitektur ataupun platform teknologi yang sudah anda gunakan sudah sangat sederhana? Karena kesederhanaan itu identik dengan menawan.
    5. Feedback
    6. Feedback memiliki tiga axis, yakni memberi feedback, menerima feedback dan melakukan sebuah tindakan sebagai bentuk dari penerimaan feedback. Apakah organisasi anda sudah melakukan ketiga-tiganya? Atau cuma sebagian saja? Apakah individu dalam organisasi diberikan kesempatan untuk memberi feedback? Apakah feedback dari individu ini didengarkan dan ditindak-lanjuti? Atau cuma dibiarkan terbang ke awan?
    7. Keberanian
    8. Keberanian berbicara mengenai pengambilan resiko demi kebaikan bersama untuk jangka waktu yang panjang walaupun mungkin kenyataan akan menyakitkan. Apakah orang-orang di organisasi anda sudah berani menyuarakan sebuah kenyataan seberapa menyakitkan pun itu? Ataukah mereka masih takut ataupun tertekan karena mereka merasa mereka cuma seorang bawahan dalam organisasi yang tidak bisa menyuarakan ide dan aspirasinya untuk kebaikan dan kemajuan organisasi?
    9. Respect
    10. Respect berbicara tentang saling menghargai orang lain karena siapapun dia karena setiap orang dapat memberikan kontribusi yang berharga untuk kemajuan organisasi. Respect juga berbicara tentang menghargai latar belakang setiap orang yang berbeda-beda di dalam organisasi tersebut.
    11. Trust
    12. Trust berbicara mengenai bagaimana memberikan setiap orang dalam organisasi sebuah kesempatan untuk melakukan hal yang benar dan melakukannya dengan benar. Apakah anda sudah memberikan trust kepada orang-orang di dalam organisasi anda? Apakah anda sudah meng-empower orang-orang di organisasi anda supaya mereka bisa menjadi orang-orang yang dapat dipercaya? Ataukah anda masih mengendalikan orang-orang di dalam organisasi anda karena anda masih merasa takut dan tidak percaya akan orang-orang dalam organisasi anda?
    13. Transparansi
    14. Transparansi berbicara mengenai berbagi informasi sebanyak mungkin yang diperlukan oleh setiap orang di dalam organisasi untuk dapat membuat beberapa opsi untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Apakah organisasi anda sudah transparan? Apakah informasi-informasi penting mengenai organisasi sudah diketahui semua pihak? Ataukah informasi yang dapat membawa organisasi menjadi lebih maju ini hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja?

    Demikian kiranya nilai-nilai yang harus dimiliki oleh organisasi yang ingin menjadi Agile. Membuat organisasi anda agar menjadi Agile memang tidak mudah bahkan terkadang menyakitkan, namun testimoni dari beberapa klien kami yang telah menggunakan Scrum secara penuh mereka mengatakan bahwa semuanya benar-benar pengalaman berharga. Kiranya organisasi anda dapat menjadi organisasi yang Agile di tahun-tahun yang mendatang agar dapat menjadi lebih baik dan kompetitif di pasaran. Sukses untuk kita semua di tahun-tahun mendatang.

    Top